Showing posts with label Berita Lamongan. Show all posts
Showing posts with label Berita Lamongan. Show all posts

Sunday, October 14, 2012

SEBANYAK 4.087 GURU TK DAN PAUD TERIMA UANG TRANSPORT



Pembahasan Perubahan APBD (PAPBD) Tahun 2012 di Lamongan memasuki agenda pembacaan jawaban eksekutif terhadap pandangan umum (PU) fraksi-fraksi DPRD oleh Bupati Lamongan Fadeli, Selasa (11/9) di Ruang Sidang Paripurna DPRD setempat. Agenda terakhir, berisi Laporan Badan Anggaran, pengambilan keputusan dan penyerahan berkas PAPBD akan dilaksanakan pada Senin depan (24/9).

Fadeli dalam pembacaan jawaban eksekutifnya menyebutkan, tahun ini, uang transport bagi guru kelompok bermain (KB) TK yang masuk kelompok Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan guru TK akan diberikan pada sebanyak 4.087 orang guru. Yakni terdiri dari guru kelompok KB sebanyak 2.752 orang sebesar Rp. 50 ribu perbulan dan guru TK sebanyak 1.335 orang sebesar Rp. 25 ribu perbulan.


 “Terhadap apresiasi yang disampaikan FPDIP dimana anggaran pendidikan di Lamongan telah melebihi kewajiban minimal 20 persen dari APBD, kami sampaikan terima kasih dan kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, “ kata Fadeli.


Di bidang kesehatan, khusus untuk peningkatan pelayanan di Puskesmas, telah dilakukan peningkatan status Puskesmas Non Perawatan menjadi Puskesmas Perawatan. Juga dilakukan kegiatan rehabilitasi untuk Puskesmas yang kondisi fisik bangunan dan peralatannya menurun.


Terkait penambahan anggaran di Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB, diperuntukkan penambahan anggaran honorarium petugas medis kegiatan Peningkatan Perlindungan Hak Reproduksi Individu. Yakni kegiatan yang bertujuan untuk membantu keluarga miskin dalam mendapatkan pelayanan medis papsmear secara gratis.


Sedangkan mengenai pembangunan outlet KFC di Lamongan Plaza, Fadeli menjelaskan bahwa PD Pasar telah melakukan upaya menarik sebanyak-banyaknya anchor tenant ternama yang memiliki customer loyal seperti KFC. Sedangkan kontribusi yang diperoleh Pemkab Lamongan dari pengelola KFC adalah pajak restoran dan sewa pemakaian kekayaan daerah. “Pembangunan KFC ini diharapkan mampu meramaikan Lamongan Plaza, “ pungkasnya. 

KALTIM BELAJAR MANAJEMEN dari PERSELA



Berharap bisa meningkatkan prestasi cabang olahraga (cabor) sepakbola, Kabupaten Paser/Kalimantan Timur melakukan studi banding pengelolaannya di Lamongan. Dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Paser/Kalimantan Timur, Azhar Bahruddin, rombongan studi banding diterima Sekkab Lamongan Yuhronur Efendi di Ruang Sasana Nayaka, Selasa (11/9).

Azhar Bahruddin dalam kesempatan itu hadir bersama delapan anggota Komisi III Paser bersama pengurus PSSI, Arbain dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Paser Herawati. “Kedatangan kami ke Lamongan ini untuk belajar pengelolaan olahraga, terutama cabor sepak bola. Kami memilih Lamongan karena mendapat masukan dari anggota DPRD Paser yang asli Lamongan bahwa Persela Lamongan sudah dikelola dengan baik dan bisa mengenalkan daerah di tataran nasional, “ ungkapnya kepada Yuhronur Efendi yang juga Asisten Manager Persela tersebut.

Disebutkan oleh Bahruddin, tahun ini klub sepak bola Paser berlaga di Divisi Utama. “Selama ini banyak yang tidak mengenal Kabupaten Paser. Kami berharap melalui sepak bola, Paser bisa semakin dikenal. Seperti halnya Lamongan yang begitu dikenal sejak sukses membina sepak bola melalui Persela Lamongan, “ ujarnya sambil menyebutkan harapnnya bisa meninjau Stadion Surajaya sebagai referensi pembangunan stadion di Paser.

Yuhronur Efendi sendiri mengakui, sepak bola di Lamongan telah membangkitkan loyalitas dan kecintaan pada daerah. Sehingga Persela bukan hanya telah membuat nama Lamongan dikenal di kancah nasional, namun juga telah menjadi aset untuk mendukung pembangunan melalui peran serta masyarakat.
Dia kemudian mencontohkan, ketika Persela bermain di Samarinda, semua masyarakat Lamongan perantauan hadir memenuhi stadion. “Karena Persela, setiap warga Lamongan kini tidak sungkan menyebut jati dirinya sebagai warga Lamongan,“ kata Yuhronur.

Persela, seperti disebutkan Yuhronur meraih prestasi sampai saat ini dengan merangkak dari bawah. Selama empat tahun meniti mulai Divisi II, Divisi I, Divisi Utama hingga sukses masuk Indonesian Super League (ISL). Bahkan prestasi musim ini moncer dengan menduduki peringkat keempat. Pembinaan usia dini juga cukup sukses. Terbukti dengan raihan dua tahun berturut-turut juara ISL U-21 oleh tim Persela Lamongan U-21.

Thursday, September 20, 2012

Tiga Atlet Berangkat Ke PON Riau

 Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Riau akan dibuka pada 11 September mendatang. Tiga orang atlet Lamongan masuk menjadi kontingen PON Jatim. Mereka bertiga bersama seorang pelatih, seorang wasit dan seorang anggota tim pantau, Selasa (4/9) berpamitan kepada Bupati Fadeli di ruang kerjanya.
Tiga atlet Lamongan tersebut adalah Dahlina Rosyida yang akan berlaga di cabang balap sepeda nomor individual time trial (ITT), time trial (TT) dan road race. Sementara Nur Azizah Dwi Agustin yang saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester V Universitas Kadiri/Kediri, akan berlomba di cabang tenis meja nomor beregu, mix double, double dan single.

Selanjutnya atlet panah Marsudianto yang lahir 26 Juni 1981 lalu ini akan berlaga di nomor panahan nasional beregu dan perorangan. Selain ketiga atlet tersebut, Yahya Bukhori masuk menjadi salah satu pelatih panahan Jatim. Sedangkan Arif Hilmi masuk tim pantau dan Andi Ahmad, ditunjuk sebagai wasit dalam cabang gulat di PON XVIII Riau.

Di kesempatan tersebut, Fadeli menjanjikan akan ada bonus khusus darinya jika atlet Lamongan sukses meraih medali emas di PON. “Kalian nanti mewakili Lamongan dan Jatim di ajang nasional. Saya minta jaga nama baik dan raihlah prestasi sehingga menjadi kebanggaan bagi daerah. Saya yakin, dengan pembinaan, prestasi olahraga Lamongan kedepan akan semain baik, “ ujarnya.
Dia juga meminta agar ada inventarisir kebutuhan fasilotas sarana dan prasarana cabang olahraga di Lamongan. Terutama untuk cabang olahraga yang berprestasi dan memiliki potensi demi peningkatan prestasi.
 

Anak Petani Lamongan, Wakili Indonesia Ke Thailand





Novi Andriana, siswi SMK Muhammadiyah 6 Modo terpilih menjadi salah satu peserta Program Magang Pertanian dan Petrnakan di Bangkok, Thailand. Hanya ada 10 siswa se Indonesia yang terpilih menjadi peserta program selama 10 hari se Asia Tenggara tersebut.
            Novi sendiri yang saat ini berada di Jurusan Ternak Unggas bisa terpilih setelah melalui seleksi ketat yang dilaksanakan Kementeraian Pertanian RI bulan lalu. Selama program itu, Novi bersama 10 siswa Indonesia lainnya juga akan mengikuti lomba kompetensi bidang peternakan se Asia Tenggara. Senin pagi (3/9), Novi ditemani Kepala Dinas Pendidikan Agus Suyanto berpamitan pada Bupati Fadeli sebelum berangkat pada 7 September mendatang.
            Siswi kelahiran Desa Mojorejo 1 September 1994 silam ini selama ini memang termasuk siswa berprestasi di sekolahnya. Dia juga dikenal fasih berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Kemampuan menonjol akademik di bidang peternakan unggas serta komunikasi Bahasa Inggris inilah sehingga Novi lolos seleksi Kementerian Pertanian RI.
            Meski berasal dari keluarga yang pas-pasan, tidak menyurutkan tekad bungsu dari tiga bersaudara untuk berprestasi. Ayahnya, Akhwan, hanya seorang petani biasa. Sementara ibunya adalah penjual makanan di pasar desa setempat.
            “Saya berharap di Thailand nanti dapat belajar ilmu peternakan yang modern. Sehingga bisa diterapkan untuk meningkatkan peternakan di Lamongan, “ kata Novi saat bertemu dengan bupati.
            Terkait siswa berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu ini, Fadeli meminta Dinas Pendidikan untuk memfasilitasi agar memperoleh beasiswa kuliah di perguruan tinggi. Terutama lewat program bidik misi dari Kementerian Pendidikan RI. Novi sendiri bercita-cita bisa meneruskan kuliah di Jurusan Peternakan Universitas Brawijaya.
            “Manfaatkan kesempatan yang tidak setiap saat bisa didapat ini, “ ujar Fadeli. Dia berpesan agar Novi selama di Thailand bisa menunjukkan memang layak menjadi duta Lamongan dan Indonesia. “Serap ilmu sebanyak-banyaknya sehingga bermanfaat untuk kemajuan peternakan di Lamongan, “ pungkasnya.
            Populasi ternak unggas Lamongan memang sebagian besar berada di wilayah selatan seperti Mantup, Modo, Sambeng dan Ngimbang. Dengan sedikit diantaranya berada di wilyah utara seperti Brondong dan Paciran. Total populasi ternak ayam pedaging mencapai 2.334.560 ekor. Ayam buras mencapai 1.200.952 ekor dan ayam petelor sebanyak 137.589 ekor.

Thursday, August 30, 2012

Juara OLIMPIADE SAINS NASIONAL Banjir Tawaran Sekolah


Abdullah Kafa Bihi sukses meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat SMP Bidang Biologi. Sementara temen sekelasnya di kelas IX SMPN 1 Lamongan, Amirul Dipo W berhasil mendapatkan medali perak Bidang Fisika. Seusai OSN di Pontianak medio Juni lalu itu, kini keduanya banjir tawaran sekolah dan beasiswa di luar daerah.

Hal itu diungkapkan keduanya seusai bertemu dengan Bupati Fadeli di ruang kerjanya, Jum’at (24/8). Selain kedua siswa peraih medali OSN, juga bertemu dengan bupati pagi itu Nanda Dea Cahyaningtyas, atlet panjat tebing yang juga siswi SMPN 1 Lamongan. di Ruang kerja itu juga terlihat hadir Wabup Amar Saifudin, Sekkab Yuhronur Efendi dan Kepala Dinas Pendidikan Agus Suyanto bersama Kepala SMPN 1 Lamongan Khoirul Anam.

Abdullah Kafa Bihi dan Amirul Dipo W pagi itu berpamitan kepada bupati karena akan mengikuti training center selama dua bulan di Jakarta sekaligus ajang seleksi untuk masuk menjadi kontingen Indonesia di ajang International Junior Science Olympiade (ISO) pada 1-10 Desember mendatang di Kish Island, Iran. 

Sedangkan Nanda akan menjadi duta Indonesia untuk berlaga di ajang kejuaraan Internasional Rock Climbing kategori lead dan speed di Pulau Sentosa, Singapura, pada 27 Agustus hingga 2 September nanti.
Menurut Abdullah Kafa yang juga adalah cucu dari Ketua MUI Lamongan KH Abdul Aziz Choiri tersebut, seusai dirinya dan Amirul Dipo dipastikan meraih medali dalam OSN, tawaran dari berbagai pihak berupa beasiswa sekolah mulai berdatangan. Bahkan bukan hanya beasiswa sekolah di tingkat menengah atas. Namun juga kesempatan untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan fasilitas kesempatan bersekolah di luar negeri. Dan tawaran itu banyak yang berasal dari luar Jawa Timur.

Bupati Fadeli sendiri cukup optimis keduanya akan mampu menembus seleksi kontingen IJSO 2012. Meski saat TC mereka akan bersaing dengan 30 siswa lain se-Indonesia hingga hanya akan menyisakan 13 siswa saja. “Prestasi ini bukan karena kebetulan, namun kerja keras. Saya harap kerja keras itu dilanjutkan saat seleksi nasional. Juga Nanda yang kini membawa nama bangsa di ajang Internasional, agar jangan minder sehingga mampu berprestasi, “ ujarnya.

Saat di OSN Pontianak, Abdullah Kafa harus berkompetisi dengan 99 siswa Bidang Biologi di babak final yang hanya memperebutkan 5 medali. Demikian pula Amirul Dipo juga harus berkompetisi dengan 99 siswa lain di Bidang Fisika.

“Saat di Pontianak, kami harus mampu menyelesaikan soal teori dan eksperimen, “ ujar Abdullah Kafa, anak pertama dari dua bersaudara pasangan Mohammad Maksum Lutfilah dan Tuchfa Aziz yang lahir 16 Juni 1998 tersebut.

“Di sesi eksperimen di bagi dalam dua tahap lagi. Yakni tahap fisiologi morfologi dan uji determinasi, imbuh Amirul Dipo, putra Heru Prabowo dan Erna Sri Maryati yang lahir 1 Oktober 1997 lalu itu. Abdullah Kafa mengaku memang menyenangi dunia biologi. Sehingga dia pun bercita-cita kelak bisa menjadi peneliti di Bidang Biologi. Sementara Amirul Dipo berkeinginan kelak nanti bisa menjadi Teknisi Nuklir Indonesia.


Wednesday, August 22, 2012

Kuota 20% Untuk Sekolah Anak Kurang Mampu



Dunia pendidikan lamongan memasuki babak baru yaitu PSB (penerimaan siswa baru) dan dalam tahun ini masyarakat lamongan yang khususnya masyarakat kurang mampu bisa bernafas lega, pasalnya Dinas Pendidikan Lamongan memberi kemudahan agar para siswa kurang mampu bisa melanjutkan ke sekolah-sekolah yang diinginkan.

Kasubdin Pendidikan Menengah dan Kejuruan (DIKMENJUR) Adi Suwito saat ditemui di ruangannya mengatakan bahwa tahun ini seluruh sekolah diwajibkan memberi kuota 20 % bagi siswa yang kurang mampu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak ada terkecuali, baik itu RSBI atau regular semuanya sama dan yang paling penting bahwa sekarang pendaftaran tidak di pungut biaya.

Dan soal biaya pendaftaran sekarang gratis tapi untuk regular dan kalau RSBI ada uang pendaftarannya, karena dalam RSBI harus ada tes tulis dan wawancara itu kerja sama dengan perguruan tinggi. Apabila salah satu sekolah yang regular sudah musyawarah dengan komite untuk memungut biaya harus seijin bupati dulu, serta pemerintah menetapkan seperti itu agar masyarakat tidak merasa berat dan terbebani dalam biaya anaknya untuk masuk sekolah. Dan yang terpenting jangan sampai generasi muda putus sekolah gara-gara orang tuanya tidak punya uang, tandasnya.

Disinggung soal mudahnya mendirikan sekolah, Adi suwito yang juga terakhir menjabat sebagai kepala sekolah SMA N 3 itu mengatakan, bahwa sebenarnya sangat sulit apalagi kalau SMK harus memiliki peralatan sesuai jurusan yang akan diajarkan dan benar –benar harus ada ijin dari Disdik,  nanti kalau belum ada ijin kasian Siswanya. 
 
Muhammad Suprapto
Sumber : Sumber : Pemkab. Lamongan


Kabupaten SIKKA Belajar BLUD di RSUD Dr. Soegiri


Keberadaan RSUD dr. Soegiri Lamongan yang sudah menggunakan pengelolaan dengan Sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) menarik perhatian Komisi C Kabupaten Sikka/Nusa Tenggara Timur untuk belajar. Sebanyak 10 orang rombongan kungker ini, Kamis (7/6) dipimpin Wakil Ketua DPRD Sikka Alexander Longginus diterima Sekkab Yuhronur Efendi di Ruang Sasana Nayaka setempat.

Alexander dalam pemaparannya mengatakan, saat ini di Sikka ada tiga rumah sakit. Satu diantaranya adalah rumah sakit milik pemerintah dengan tipe C yang menjadi rujukan di Pulau Flores. RSUD dr.T.C.Hillers dengan 184 tersebut menurutnya selama ini karena masih berupa rumah sakit umum, sehingga berlaku peraturan sebagaimana SKPD lain dalam hal pengadaan barang dan jasa.

“Kendala utama pelayanan di rumah sakit kami selama ini yang paling rumit adalah masalah persiapan pengadaan berbagai kebutuhan rumah sakit. Baik berupa obat maupun alat kesehatan. Selama ini pengadaan di rumah sakit mengikuti mekanisme pengadaan barang dan jasa sebagaimana SKPD lain yang memakan waktu. Sehingga seringkali kesulitan memenuhi kebutuhan obat dan alat kesehatan, “ ungkap dia.

Dilanjutkan olehnya, kini rumah sakit RSUD dr.T.C.Hillers sedang merintis menuju Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Kami mendengar rumah sakit milik Pemkab Lamongan sudah menerapkan BLUD. Sehingga kedatangan kami kesini untuk mencari informasi dan belajar penataan, pelayanan, administrasi dan manajemen pengelolaan dengan PPK BLUD, “ kata dia.

Sementara Yuhronur Efendi menyebutkan, RSUD dr Soegiri yang bertipe Klas B itu telah secara penuh menerapkan PPK BLUD sejak Januari tahun 2010. Rumah sakit dengan pola ini memiliki otonomi untuk mengelola keuangannya sendiri melalui mekanisme penyusunan rencana bisnis anggaran (RBA).

Pada tahun 1984, RSU Lamongan berubah menjadi RSUD Dr. Soegiri Lamongan di bawah pimpinan seorang direktur yang bemama Dr. Soemarsono yang berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Selanjutnya di tahun 2002, RSUD Dr. Soegiri memasuki otonomi daerah yang berdiri sendiri sebagai Badan Pengelola Rumah Sakit Daerah (BPRSD ) yang dikepalai seorang Direktur (eselon II), yakni Dr. Herry Widijanto, waktu itu rumah sakit ini bertipe C. Kemudian di tahun 2009, BPRSD Dr. Soegiri yang menjadi RSUD Dr. Soegiri Lamongan menjadi RS Tipe B Non Pendidikan  dikepalai oleh seorang direktur (Dr. Herry Widijanto) eselon II. Terakhir, di tahun 2010, RSUD Dr. Soegiri Lamongan Sebagai SKPD yang menerapkan PPK – BLUD di kepalai oleh Pengganti Direktur (Drg. Fida Nuraida, M.Kes dan kini dipimpin Yuliarto Dwi M.

Muhammad Suprapto
Sumber : HUMAS Pemkab. Lamongan

Tuesday, August 21, 2012

Orang Gila Bunuh Warga Wudi Kec. Sambeng Lamongan

Selasa (21 Agustus 2012),
Momen Lebaran yang bersamaan dengan HUT RI Ke-46 nampaknya tidak menjadi momen Kemenangan atau kemerdekaan bagi salah seorang warga dusun Wudi desa  Sekidang kecamatan Sambeng Kab. Lamongan ini. 

Pasalnya, di hari yang Mulia, masih dalam nuansa Lebaran yang kita peringati bersama-sama pada hari Ahad, 19 Agustus 2012 kemaren, adalah hari terakhir bagi seorang wanita paruh baya yang berinisial "S" ini untuk bisa merasakan Lebaran. karena selasa (21/11) waktu setempat, wanita yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang petani ini ditemukan sudah meninggal dalam keadaan yang mengenaskan, leher ditusuk dengan alat pembuat lubang yang biasa digunakan petani untuk menanam (gejik:red) hingga tembus ke dahi.

Informasi yang dihimpun redaksi, diketahui bahwa pelaku pembunuhan adalah Seorang laki-laki yang mentalnya kurang waras (gila). Hal ini diketahui setelah salah seorang teman korban menceritakan bahwasannya korban saat itu sedang mencari makanan kambing (rambanan) di  hutan, tapi kemudian temannya berpamitan pulang, dan sempat berpesan "ati-ati mari ono wong ngamuk" (hati-hati habis ada orang mengamuk:red).

Namun setelah hari menjelang malam, si korban tak kunjung pulang, dan teman korban berinisiatif untuk mencarinya di hutan. Dibantu warga teman korban berbondong-bondong mencari korban ke hutan, tapi naas di hutan korban ditemukan sudah dalam keadaan  meninggal dengan isi kepala keluar bercampur darah.

Sampai berita ini dimuat, Pelaku sudah ditemukan dan sempat menjadi bulan-bulanan warga hingga nyaris sekarat, warga juga berencana membakar pelaku hidup2 tapi untung Polisi dari sektor Sambeng segera datang untuk mengamankan Pelaku, dan kini kasus ini ditangani sepenuhnya oleh Polsek Ngimbang...

foto pelaku :

 

Muhammad Suprapto

Sumber: Warga Setempat

Saturday, July 28, 2012

Diklatpim (Pemimpin Harus Teladan)


 
Sebanyak 40 orang pejabat eselon IV se-Kabupaten Lamongan mengikuti Diklat Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV angkatan ke-404. Diklat tingkat dasar atau eselon IV tersebut akan berlangsung selama 40 hari, yaitu hingga berakhir pada tanggal 24 Juli 2012 bertempat di sanggar Pramuka, Kecamatan Turi. Sementara pembukaan acara tersebut dilakukan Shaba Dyaksa setempat, kemarin.

Plt Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Lamongan Sulastri dalam sambutannya saat membuka diklat berharap, pemimpin hendaknya mampu memberikan inspirasi untuk yang lain. Dalam artian memiliki kapasitas untuk memotivasi orang lain. “Mereka juga dituntut untuk menumbuhkan inovasi, kreativitas dalam pelaksanaan tugas dan memiliki kapasitas dalam pemecahan masalah,” ujarnya.

Seorang pemimpin, lanjut dia, juga harus mampu menggerakkan stafnya untuk bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi organisasi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Selanjutnya dia berharap para peserta mampu menjadi pimpinan yang memiliki wawasan global meskipun mempunyai kewenangan tingkat lokal. “Diperlukan pengetahuan yang cukup luas dan selalu ter-update agar mampu mengakomodasi masalah ditengah-tengah masyarakat yang semakin kritis ini,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Diklat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lamongan Pudjianto mengatakan, salah satu tujuan diklat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan serta sikap untuk melaksanakan tugas jabatan struktural eselon IV secara professional dengan dilandasi oleh kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kompetensi dan tugasnya.

Kompetensi kepemimpinan operasional harus dipenuhi baik itu dari aspek pengetahuan, ketrampilan maupun sikap dan perilaku. “Selaku pejabat eselon IV hendaknya dapat berkonstribusi dan memposisikan diri sebagai bagian dari perwujudan kinerja PNS yang profesional sebagai pelayan dan bentuk rasa pengabdian kepada negara dan masyarakat,” tambah Kabid Diklat Fungsional Badan Diklat Pemprov Jatim Bagus Pujiono.

Peserta diklat sejumlah 40 orang tersebut terdiri dari pejabat di lingkup Setda 1 orang, badan 11 orang, dinas 14 orang dan dari kecamatan 10 orang. Selanjutnya dari Pol PP 1 orang, RSUD Dr. Soegiri Lamongan 1 orang, sekretariat KORPRI 1 orang dan Inspektorat 1 orang.

Para peserta selanjutnya akan diberikan secara garis besar materi tentang kajian sikap prilaku dan kajian manejemen publik serta beberapa materi lain. Sehingga kapasitas kepemimpinan peserta diklat dapat memenuhi standart kompetensi jabatan yang di amanahkannya. Pemberi materi selain dari widyaiswara Badan Diklat Pemprov, materi pelajaran tersebut juga akan disampaikan oleh pejabat struktural di lingkup Pemkab Lamongan, beberapa dosen perguruan tinggi dan beberapa narasumber lain yang berkompeten di bidangnya.

Swadaya Masyarakat meningkat dari Rp 39 M ke Rp. 46 M

 
Bupati Fadeli bersama Wakil Bupati Amar Saifudin dan segenap jajaran Muspida menghadiri acara puncak peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke IX dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-40, bertempat di Balai Desa Slaharwotan, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Lamongan Muhammad Satuwi Heruwidi mengungkapkan dana swadaya murni dari masyarakat tembus angka Rp. 46.398.963.000.
MS. Heruwidi lebih lanjut mengungkapkan, swadaya murni masyarakat yang berhasil dihimpun dalam kegiatan BBGRM ini sebesar Rp 46.398.963.000. Sedangkan swadaya pendamping program pembangunan atau Japordes dan ADD sebesar Rp 3.882.800.000. “Sehingga total swadaya masyarakat tersebut mencapai Rp. 51.647.717.600,” ujarnya. Sedangkan BBGRM sendiri dilaksanakan mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2012.

Selain itu dia juga melaporkan, bantuan untuk membiayai pemberdayaan pemerintah desa dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan Kabupaten Lamongan telah mengupayakan peningkatan dan pemantapan sumber-sumber keuangan melalui berbagai kebijakan. Antara lain dana urusan bersama untuk pemberdayaan masyarakat melalui PNPM mandiri pedesaan sebesar Rp. 27.350.000.000.

“Dana tersebut digunakan pembangunan infrastruktur jalan poros desa, saluran irigasi dan sarana kesehatan. Selain itu juga sebagai peningkatan ekonomi kelompok perempuan berupa simpan pinjam,” ujarnya.
Sementara itu, bantuan pembangunan jembatan dan jalan poros desa tahun 2012 yang berada di 274 lokasi dikucurkan sebesar Rp. 11.500.000.000. Dia menambahkan, panjang jalan poros di Kabupaten Lamongan adalah 931,14 kilometer. Sementara yang sudah dibangun dalam keadaan baik 624,92 kilometer. “Sehingga sisa jalan rusak yang belum dibangun 306,22 kilometer dan bersama sejumlah pihak terkait di tahun 2013 nanti diupayakan selesai,” ujarnya.

Untuk bantuan pembangunan jalan poros desa lanjut dia, sampai saat ini yang sudah cair 243 lokasi. Dalam proses pencairan 21 lokasi dan yang belum mengajukan pencairan 10 lokasi. Sedangkan besaran dana alokasi dana desa/ADD tahun 2012 sebesar Rp 27.328.000.000. Dari 462 desa, sampai saat ini yang sudah masuk dalam pengajuan sebanyak 373 desa, yang belum mengajukan 89 desa, yang sudah cair 231 desa dan dalam proses pencairan 142 desa
.
Sedangkan bantuan untuk pasar desa yang dibangun dari dana khusus tahun 2012 ada tiga lokasi yakni Desa Sidomulyo, Kecamatan Modo sebesar Rp. 200 juta, Kecamatan Kembangbahu sebesar Rp. 200 juta dan Desa Tunggul, Kecamatan Paciran sebesar Rp. 200 juta.

Sementara bantuan dari dana propinsi untuk pasar desa tahun 2012 yakni Desa Kranji, Kecamatan Paciran sebesar Rp. 20 juta. “Yang mana pasar Desa Kranji tersebut merupakan pemenang lomba pasar desa tingkat Pemprov Jatim sebagai juara tiga,” imbuhnya. Jadi total dana yang digunakan untuk pemberdayaan masyarakat desa dari dana APBD Kabupaten Lamongan tahun 2012 yang dikelola oleh Bapemas Lamongan sebesar Rp. 66.178.000.000.

Camat Ngimbang Dianto Hari Wibowo di kesempatan itu menyampaikan data perekaman terkait program nasional E-KTP. Yakni sudah sebanyak 29.730 jiwa dari wajib KTP sebanyak 36.734 jiwa atau sekitar 81,93 persen. “Selanjutnya akan dilakukan perekaman mobile untuk menjangkau warga yang kesulitan datang,” ujarnya.

Dia menambahkan, jumlah swadaya masyarakat di wilayah Kecamatan Ngimbang di tahun 2011 total mencapai Rp 751.746.000. “Allhamdulilah semoga bisa dipertahankan dan ditingkatkan dari tahun ke tahun bentuk peran serta masyarakat, kerja keras dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat,” katanya. Dia juga menginformasikan terkait rangkaian acara BBGRM yang sudah menggelar antara lain pemutaran film oleh Pemberdayaan Perempuan dan KB serta pelayanan perizinan IMB, SIUP dan PBB satu hari jadi.

Bupati Lamongan Fadeli dalam sambutannya sekaligus menutup acara BBGRM tersebut menambahkan, merupakan suatu record swadaya murni masyarakat mencapai Rp. 46 milyar. Sedangkan tahun lalu tercatat Rp 39 milyar. “Saya meminta supaya kebersamaan ini terus berlanjut. Kunci keberhasilan pembangunan di Lamongan adalah kebersamaan kita semua. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat,” tandasnya. Secara simbolis Fadeli memukul kentongan sebagai tanda berakhirnya BBGRM di tahun ini.

Dalam acara tersebut Bupati juga memberikan bantuan diantaranya berupa dana pembangunan jembatan dan jalan poros di Desa Slaharwotan, Desa Lawak dan Kedungmentawar Kecamatan Ngimbang dengan total Rp. 120 juta. Pompa air 6,5 PK 1 unit di Desa Slaharwotan, hand tractor 3 unit di Desa Lamongrejo Ngimbang, serta dana rehab gedung SDN Slaharwotan II sebesar Rp 392 juta. Sementara dari PKK Kabupaten menyerahkan bantuan diantaranya kepada usaha kecil (warung nasi) sebesar Rp 1 juta (@ Rp 500.000) dan plesterisasi sebesar Rp 3 juta (@ Rp 1 juta) di Desa Slaharwotan.

Lagi-lagi, Penipuan Berkedok Wartawan terjadi di Lamongan


Lagi-lagi oknum wartawan membuat ulah, dan perbuatan oknum wartawan itu dalam menjalankan tugasnya tidak sesuai dengan kode etik kewartawanan yaitu dengan modus penipuan terhadap korbannya guna meraih untung yang lebih besar dan biasanya oknum wartawan itu mencari kelemahan agar bisa memperdayai.
 

Penipuan yang dilakukan oknum wartawan kali ini terjadi di wilayah kecamatan Kedungpring kabupaten Lamongan penipuan itu menggunakan modus si wartawan itu katanya bisa mengusahakan proyek poros desa yang senilai 150 juta itu dengan mudah, tapi kepala desa harus mengusahakan uang sebagai pemulus proyek tersebut.

Saat dikonfirmasi berita tersebut salah satu kepala desa yang ada di wilayah kedungpring mengatakan emang iya tapi kejadian itu terjadi sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu dan sampai sekarang kok sudah nggak ada kelanjutannya, katanya sih wartawan itu ngaku kenal sama pejabat yang ngurusi proyek poros desa, padahal kemarin pakai uang pelicin 9 juta yang di bayarkan ke wartawan itu, berarti saya anggap itu sebagai penipuan.

Sementara itu kabag humas lamongan zamrowi lewat kasi pemberitaan Arif Bactiar mengatakan kita harus berhati-hati terhadap penipuan yang di lakukan oleh oknum wartawan apalagi si wartawan itu mengaku kalau dirinya dekat dengan salah satu pejabat di lamongan Iha wong nama kapolres aja pernah di catut katanya.

BOYONGAN DPRD LAMONGAN


Akhirnya setelah beberapa bulan belum di tempati gedung DPRD lamongan yang terlihat megah itu di tempati juga oleh dewan yang terhormat bertempat di Jalan Basuki Rahmad, Bupati Fadeli meresmikan penggunaan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lamongan, Selasa (19/6). Peresmian gedung tersebut sekaligus ditandai dengan digelarnya untuk pertama kali agenda di gedung baru, yakni rapat paripurna dengan agenda penyampaian laporan pertanggung jawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD tahun anggaran 2011.

Ketua DPRD Lamongan Makin Abbas dalam sambutannya mengatakan, bahwa gedung yang lama dipandang kurang representatif untuk mendukung kinerja para anggota dewan seiring dengan perkembangan waktu. “Pada tanggal 17 Juli 1980 lalu, gedung DPRD yang lama diresmikan oleh Wakil Gubernur saat itu, yakni Mohammad Sugiono. Sehingga sekarang usia gedung tersebut sudah 32 tahun,” ujarnya.

Sementara itu lanjut dia, dalam kurun waktu 32 tahun telah banyak perubahan baik di sekretariat dewan maupun di anggota dewan sendiri. “Stafnya banyak,” katanya. Dulu sekitar tahun 2008, anggota dewan hanya 45 orang dan sekarang ada 50 anggota dewan. “Dulu terdapat 5 fraksi sekarang ada 7 fraksi,” imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan, pada gedung yang lama ruangannya sendiri hanya berukuran 3,5 meter x 4 meter dan dipakai untuk 12 anggota dewan. Apalagi sekarang ada tambahan tim ahli di masing-masing fraksi. “Saya menilai gedung yang baru ini sudah sangat memenuhi syarat sehingga saya juga memohon kepada teman anggota dewan supaya bekerjanya lebih ditingkatkan. Datang lebih awal dan rajin masuk kantor,” ujarnya.
Bupati juga menyambut gembira atas difungsikannya gedung baru yang terletak di jalan yang cukup strategis itu. “Saya ucapkan selamat kepada ketua dewan dan semua jajaran sekretariat dewan atas peresmian gedung baru ini,” ujar Bupati dalam sambutannya. Gedung baru ini sendiri menempati bekas tanah perumahan Kajari dan kemudian sempat dibangun gedung bioskop yang akhirnya lama terbengkalai.     Mudah-mudahan gedung baru ini, lanjut dia, mampu bertahan setidaknya 50 tahun. “Semoga bisa memanfaatkan kantor ini dengan sebaik-baiknya, itu intinya,” ujar Fadeli.

Proyek pembangunan gedung DPRD tersebut dilaksanakan oleh PT. Tata Bumi Raya dan PT. Airlanggatama dengan dana pelaksanaan Rp 24.386.396.000. Sementara konsultan pengawas dilakukan oleh CV. Kumara Associates dengan dana konsultan pengawasan Rp 288.270.000.  

Sebagai gambaran, gedung tersebut memiliki fasilitas genset dan mushola. Di gedung berlantai tiga itu juga dilengkapi dengan ruang rapat paripurna yang berada di lantai atas. Sementara di lantai bawah sudah dilengkapi lobby dan receptionist hall. Sementara gedung lama rencananya bisa dipergunakan oleh SKPD-SKPD yang kantornya dianggap belum representatif.

Bupati Fadeli ketika di ruang sidang saat menyampaikan LKPJ-nya melaporkan, pelaksanaan APBD tahun anggaran 2011 telah dilakukan audit oleh BPK yang dilaksanakan melalui dua tahap. “Tahap pertama tanggal 18 Januari 2012 dilakukan pemeriksaan pendahuluan atas laporan keuangan pemerintah daerah. Kemudian tanggal 30 Maret 2012 dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pendalaman kepada setiap SKPD,” ujarnya.

Dengan di tempatinya gedung baru yang megah dan pembangunannya sempat terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat lamongan, masyarakat lamongan meminta kinerja para anggota DPRD lamongan di tingkatkan, sebab dilihat gedungnya megah dan mewah jangan sampai waktu ada sidang banyak yang absen dan yang terpenting angota dewan harus menampung serta memperjuangkan aspira rakyat.

Semoga saja ini diimbangi dengan naiknya perekonomian, kususnya dalam peningkatan pemberdayaan masyarakat dan pendidikan, pasalanya sampai berita ini ditulis, masih ada saja fasilitas pendidikan khususnya sekolah dasar yang belum memiliki fasilitas belajar yang memadai, terutama di daerah yang jauh dari pemkab. lamongan, entah memang di lupakan atau memang pura-pura tidak tau. seperti yang terjadi di Desa Kalitengah, Kec. Sugio tepatnya SDN Kalitengah I dan II


Thursday, June 28, 2012

YUHRONUR EFENDI PIMPIN LPTQ LAMONGAN


Pengukuhan pengurus periode 2012 – 2016 dan rapat kerja (raker) program Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) berlangsung di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, kemarin (4/6). Bupati Lamongan Fadeli secara resmi melantik Yuhronur Efendi sebagai Ketua Umum LPTQ
“Saya sampaikan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus LPTQ Kabupaten Lamongan periode 2012 – 2016. Sebagai konsekwensinya, tentunya ketua beserta jajaran pengurus yang baru harus kerja keras mulai dari sekarang. Karena berbicara LPTQ seharusnya ketuanya berasal dari Kementerian Agama. Berhubung petunjuk pusat mengharuskan demikian, maka Sekda dijadikan penanggung jawab secara umum. Namun secara teknis, kegiatan tetap ada di Kementerian Agama,” ujar bupati dalam sambutannya.
Harus disadari, lanjut dia, LPTQ Lamongan mengalami penurunan selama sekitar dua tahun karena kevakumannya. Fadeli menganggap kurang adanya greget di dalam tubuh kepengurusan LPTQ selama ini. “Sempat mengalami peningkatan prestasi di tahun 2008 dan 2009 serta puncak prestasi pada 2010, namun kemudian turun lagi tanpa prestasi,” katanya.
Dia meminta supaya kejadian dimasa lalu itu segera dievaluasi khususnya terhadap semua pengurus LPTQ baik tingkat kabupaten sampai kecamatan. Bisa saja pengurus yang kurang kompeten ditengarai memicu munculnya masalah kemunduran prestasi itu.
“Saya minta ini sebagai motivasi ke depan dan saya yakin potensinya anak-anak kita masih cukup besar. Tinggal bagaimana seringnya menggelar event-event. Jangan hanya konsentrasi pada event tingkat kabupaten saja. Namun justru event tingkat desa atau sekolah menjadi sangat penting dan harus menjadi perhatian bagi pengurus LPTQ yang baru saja dilantik ini untuk digiatkan,” ujarnya.
Sementara itu pengangkatan dan pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Bupati Lamongan No.188/164/Kep/413.013/2012 tentang perubahan atas Keputusan Bupati Lamongan No.188/60/Kep/413.013/2012 tentang pembentukan pengurus LPTQ Kabupaten Lamongan periode 2012 – 2016.
“Dalam agenda ini kami akan menyusun rencana strategis 5 tahun ke depan, menyusun program kerja dan rencana kerja tahun 2012. Mengadakan koordinasi dengan semua lembaga terkait, mempersiapkan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an sehingga dapat terlaksana dengan baik serta memunculkan bibit-bibit baru secara berkesinambungan,” tandas Kepala Kantor Kemenag di Kabupaten Lamongan sekaligus Ketua I H. Husnul Maram.
Di tahun 2010, Lamongan menyumbangkan satu-satunya medali emas Jatim pada MTQ tingkat Nasional di Bengkulu melalui Cabang Tahfidz 1 Juz Tilawah oleh Khoirotul Ummah. Dan ini adalah medali emas pertama Lamongan di MTQ nasional setelah tahun 1978. Di tahun yang sama, di tingkat Jawa Timur, pada MTQ ke 23 di Jember,  meraih prestasi sebagai terbaik pertama musabaqah syarhil al-qur'an (MSQ), terbaik ke tiga musabaqoh hifdhil qur'an (MHQ) golongan 1 juz dan tilawah kemudian juga meraih 6 juara harapan.

Monday, June 18, 2012

UNAIR berminat DENGAN LAMONGAN



Sejumlah pengurus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tertarik produk ungggulan di Kabupaten Lamongan, yang juga dikenal diantaranya dengan makanan sotonya. Hal tersebut diwujudkannya dalam wisata sosial atau melakukan kunjungan ke suatu tempat untuk melihat dan membeli produk-produk unggulan yang menjadi ciri khas. Dalam kesempatan itu pula, mereka juga sempat mengagumi mengenai bahasa mandarin yang sudah diterapkan di Sekolah Dasar sebagai muatan lokal.
“Saya ketahui dari media massa bahwa Novi Wulandari siswi SMAN 2 Lamongan yang ditetapkan sebagai peraih Nilai Ujian Nasional (NUN) terbaik kedua se-Indonesia. Bahkan Lamongan juga sudah menerapkan Bahasa Mandarin di Sekolah Dasar sebagai muatan lokal,” ujar Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unair Surabaya sekaligus sebagai pimpinan rombongan Herlina Sucipto, saat diterima Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Lamongan Mahdumah Fadeli, Rabu (30/5) di Guest House Pemkab. Lamongan.
Dia menambahkan, kebijakan Lamongan yang sudah menerapkan Bahasa Mandarin sebagai wawasan untuk berkomunikasi di bidang perdagangan dan ekonomi dirasa sangat tepat. Pasalnya di era sekarang, tidak hanya Bahasa Inggris yang digunakan unggulan sebagai bahasa internasional namun juga bahasa mandarin digunakan untuk berkomunikasi. “Kita ketahui bersama bahwa populasi orang Cina sangat banyak di daerah-daerah khususnya yang bergerak di bidang perdagangan,” imbuhnya.
Agenda kunjungan kerja mereka yaitu mengunjungi tempat-tampat sentral pembuatan kerajinan dan makanan yang ada di Kabupaten Lamongan. Mereka juga akan untuk mengunjungi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebagai wadah organisasi non-profit yang terdiri dari kumpulan masyarakat pencinta seni dan kreasi. “Kami ingin tahu lebih banyak tentang Lamongan. Kami juga tidak berkeberatan ikut mempromosikan ketika membeli buah tangan dan oleh-oleh dari Lamongan,” tambahnya.
Sementara itu Mahdumah Fadeli dalam sambutannya menceritakan kepada 30 pengurus Unair diantaranya yang membidangi sosial budaya, ekonomi koperasi dan pendidikan terkait keunggulan serta potensi-potensi yang yang ada wilayahnya itu. Diantaranya Wisata Bahari Lamongan (WBL), program Pemda Gemerlap dan HJL yang saat ini sedang diperingati.
“Lamongan juga mempunyai produk unggulan berupa telur asin Rahayu dengan dibakar sehingga bisa awet sekitar sebulan,” tandasnya sekaligus berpromosi. Dia kemudian menyebut sejumlah lokasi yang bisa dijadikan wisata belanja di Lamongan. Show Room yang sajikan produk unggulan, Elresas tempat kerajikan tikar lipat, jajanan wingko di Toko Rohimah serta show room Dekranasda. Juga ada  berbagai toko handy craft yang bisa menjadi jujugan.

Tuesday, June 12, 2012

Lamongan Bangun Waduk Untuk Atasi Banjir



Dalam rangka memanfaatkan potensi air di wilayah Lamongan, terutama Kali Lamong, Rabu (30/5), bertempat di Ruang Sabha Nirbawa diadakan Pertemuan konsultasi Masyarakat bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS). Seperti harapan yang diungkapkan oleh Sekkab Yuhronur Efendi dalam sambutannya saat membuka acara. Dia berharap agar Kali Lamong bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi kebaikan warga Lamongan.
Dalam acara ini dilakukan tiga study menyangkut Waduk kali Lamong. Yaitu Detail Desain (DD) Pembangunan Waduk Lamong, Rencana studi kelayakan pengelolaan DAS terpadu DAS kali Lamong dan Review DD Kali Lamong. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo Lilik Retno Cahyadiningsih mengharapkan lewat acara ini peserta khususnya warga Lamongan yang lebih mengenal daerah sekitar Kali Lamong bisa memberi masukan agar pembangunan waduk bisa lebih maksimal.
Sementara menurut Edy Sudariyanto, perwakilan dari PT. Metana selaku konsultan pengerjaan, pekerjaan DD (Detail Desain) Pembangunan Bendungan Lamong di Kali Lamong ini merupakan lanjutan dari tahapan studi yang telah dilakukan pada tahun 2008 oleh PT. Indra Karya yaitu Studi Kelayakan Waduk Lamong Dan Detail Desain Rehabilitasi Bendung Karet Kali Lamong I, Embung Banjar Anyar. Sedangkan manfaat dari waduk itu sendiri seperti adalah untuk pengendalian banjir Kali Lamong, daerah layanan irigasi seluas 1600 Ha, dan air baku 2,5 m3/detik .
Dijelaskan olehnya, lokasi rencana Waduk Lamong berada di Dusun Pedes, Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Propinsi Jawa Timur. Lokasi ini berjarak sekitar 17 km dari Kota Lamongan menuju arah Kabupaten Jombang. Atau dapat ditempuh selama kurang lebih 1 jam dengan kendaraan roda empat.
Waduk Lamong direncanakan akan membendung Sungai Lamong dengan daerah tangkapan air seluas 196,4 km2. Waduk ini nantinya akan mempunyai volume tampungan total 53,3 juta m3 dengan volume efektif 23,4 juta m3. Konstruksi waduk direncanakan berupa Bendungan tipe urugan tanah berinti lempung tegak dengan tinggi 20 m. Luas daerah layanan irigasi direncanakan seluas 1600 ha dengan intensitas tanam untuk pola tanam padi-padi-palawija.
Meskipun berdasarkan studi tahun 2008, diketahui bahwa Bendungan Lamong mempunyai 4 alternatif lokasi, Yaitu di Dusun Gampeng, Dusun Kedung Watu, Kedung Kidang, dan Dusun Pedes . Tapi Lokasi yang tepat dijadikan bendungan di Kali Lamong berdasarkan pertimbangan aspek teknis terletak di Dusun Pedes, Desa Selorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.
Dalam paparannya Edy Sudariyanto juga menjelaskan rencana lainnya untuk waduk itu. Dikatakannya, waduk akan dibuat setinggi 20 meter (pada EL +50.00)  dengan panjang 940 meter sedangkan tipe tubuh bendungan adalah Urugan Tanah Homogen dengan lapisan Inti.
Diharapkan waduk ini akan memberikan manfaat sebagai tampungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih 1.56 m3/detik dan air irigasi untuk 1.600 Ha pada saat musim kemarau dengan tampungan efektif 23 juta m3 dengan ketersediaan rata-rata pada musim hujan mencapai 3 m3/detik dan musim kemarau 0,5 m3/detik.
Kali Lamong selama ini memang lebih identik sebagai penyebab banjir di wilayah Lamongan, Gresik dan Surabaya. Sementara airnya yang melimpah saat musim hujan selama ini terbuang percuma. Karena itulah keberadaan waduk ini akan sangat bermanfaat. Selain sebagai pengendali banjir juga penyedia sumber air baku untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari air bersih, pertanian bahkan industri di Lamongan Selatan.

Pertumbuhan Ekonomi Lamongan Semakin Meningkat


Selama dua tahun pemerintahan masa Bupati Lamongan Fadeli dan Wabup Amar Saifudin, pertumbuhan ekonomi di Kota Soto ini selalu mencatatkan angka positif. Bahkan pertumbuhan ekonomi Lamongan selalu diatas angka pertumbuhan ekonomi nasional. Di tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Lamongan mencapai 6,89 persen dan di tahun 2011 kembali naik menjadi 7,08 persen. Pertumbuhan ekonomi Lamongan ini diatas angka nasional tahun 2011 yang sebesar 6,5 persen.
Tingginya angka pertumbuhan ekonomi di Lamongan ini bukan berarti pemerintah daerah berhenti berinovasi. Bupati Fadeli menegaskan akan menjadikan tingginya pertumbuhan ekonomi ini berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat, sehingga bisa dinikmati semua masyarakat Lamongan di seluruh pelosok. Karena itulah fokus utama pembangunan di Lamongan adalah aksestabilitas dan kualitas.
Yakni peningkatan kuantitas akses masyarakat, baik infrastruktur maupun akses pendidikan dan kesehatan. Kemudian peningkatan kualitas akses infrastruktur, pendidikan serta kesehatan. Hal ini bukan hanya menjadi komitmen pemerintah daerah semata. Namun juga telah menjadi komitmen bersama mitra di DPRD Lamongan.
Komitmen perluasan akses untuk masyarakat ini mencatatkan kinerja positif Pemkab Lamongan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sejahtera itu bermakna bisa meningkatkan taraf pendidikan, kesehatan dan pendapatan yang oleh PBB diterjemahkan sebagai human development index atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selama dua tahun terakhir, IPM di Lamongan selalu mengalami kenaikan.
Di bidang pendidikan, akses untuk masyarakat miskin diperluas dengan mengalokasikan 20 persen kuota di setiap sekolah untuk siswa dari keluarga tidak mampu. Bukan hanya untuk sekolah dengan status Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) saja, namun di semua SMP, SMA, dan SMK Negeri reguler di Lamongan wajib menyediakan kuota 20 persen siswa tidak mampu bebas dari biaya pendidikan apapun.
Perluasan akses masyarakat dibidang kesehatan diwujudkan dengan tetap dijalankannya program rawat jalan gratis di semua Puskesmas. Sementara bagi masyarakat yang tidak mampu, selain alokasi anggaran melalui Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Persalinan (Jampersal), pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran di APBD sebesar Rp  2 Miliar melalui program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi mereka yang belum tercover dalam data Jamkesmas.
Pembangunan infrastruktur jalan untuk mepercepat akses transportasi masyarakat juga menjadi prioritas utama. Bukan hanya kuantitas, namun juga kualitasnya. Tahun ini Bupati Fadeli menargetkan jalan dengan kondisi baik di Lamongan bisa mencapai 80 persen. Di Lamongan sendiri panjang jalan nasional/provinsi mencapai 126,36 kilometer, panjang jalan kabupaten 346,732 kilometer dan panjang jalan poros desa strategis mencapai 168 ribu kilometer.
Target itu diwujudkan dengan dilaksanakannnya kegiatan pembangunan jalan sepanjang 84,967 kilometer di tahun ini. Sehingga di akhir tahun nanti diprediksi jalan dalam kondisi baik bisa mencapai 282.587 kilometer. Sementara jalan dalam kondisi kurang baik akan tersisa hanya 64,145 kilometer.
Bidang pengairan ini juga menjadi prioritas karena terkait erat dengan banyak bidang lain seperti pertanian dan industri. Terlebih kontribusi terbesar dari 9 sektor Pendapatan Regional Domestik Buto (PDRB) Lamongan adalah sektor pertanian sebesar 44,48 persen disusul sektor perdagangan sebesar 31,99 persen.
Tahun ini, dengan anggaran Rp 10 miliar, dua waduk besar dinormalisasi, yakni Waduk German/Sugio dan Waduk Balonggangga/Sukodadi. Selain itu, delapan waduk lainnya juga dinormalisasi. Yakni Waduk Sambilan (Mantup), Waduk Pilanggadung (Sarirejo), Waduk Semampirejo (Sambeng), Waduk Jogo (Sarirejo), Waduk Slatung (Kembangbahu), Waduk Ringinanom (Mantup), Waduk Cerokan (Kedungpring), Waduk Cacing (Sarirejo).
Di tahun 2010, IPM Lamongan berada di angka 69,63. Kemudian di akhir tahun 2011 lalu, IPM Lamongan kembali naik menjadi 69,95. Pendapatan perkapita masyarakat Lamongan juga menunjukkan tren peningkatan, jika di tahun 2010 sebesar Rp 9.474.775, di tahun 2011 naik menjadi Rp 10.393.825. 

Capaian ini menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesejahteraan selalu menjadi filosofi Pemkab Lamongan dalam bekerja. Baik di masa kini maupun di masa-masa mendatang. Semakin Jaya Lamonganku.....

Thursday, June 7, 2012

KADIN CIPTA KARYA Menjadi TERSANGKA KORUPSI

Kasi Pidsus M. Suroyo

Kejaksaan Negeri Lamongan ternyata benar-benar memberi perhatian serius kepada kasus korupsi dana Peningkatan Usaha Agribisnis Pertanian ( PUAP ). Kasus ini bermula dari diterimanya dana PUAP 2011 dari pusat (APBN) oleh tiga Gapoktan di desa Jakungkusumo, Pangean dan Brumbun masing-masing sebanyak 100 juta. Setelah uang itu diterima melalui rekening langsung gakpoktan ternyata masing-masing Kades (kepala desa) di tiga desa itu meminta uang sebesar 20% atau sebanyak 20 juta.
Sehingga uang itu terkumpul 60 juta, uang itu kemudian diserahkan kepada Agus Santa Permana selaku Camat Maduran dan kemudian oleh agus diserahkan lagi ke Lestaryono, selaku Kepala Dinas Cipta Karya  dan Lestaryono mengaku uang itu kemudian diserahkan ke seseorang di Jakarta yang berperan mengupayakan pencairan dana PUAP itu dari pusat.
Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Lamongan Much Suroyo saat ditemui Radar Indonesia di ruang kerjanya yang kebetulan habis sidang mengatakan bahwa pihak kejaksaan sudah menetapkan dua tersangka yaitu Agus Santa Permana dan Lestaryono dengan kronologi tiga kepala desa itu menyerahkan uang ke Agus masing-masing 20 juta, oleh Agus diserahkan ke Lestaryono sebanyak 60 juta tapi agus mendapatkan fee sebanyak 7,5 juta dari Lestaryono, oleh Lestaryono masuk kantong 12,5 juta sisanya 40 juta dikasikan ke orang Jakarta yang bernama Komar, Komar itu pun tidak jelas siapa dia?.
Dari keteranganya bahwa pertemuan mereka dilakukan di plaza. Disinggung dari Dinas Pertanian, ada kemungkinan  tersangka untuk sekarang ini gak ada, sedangkan untuk Gapoktan sendiri menjadi korban. Aneh kan mas, malah intansi terkait gak ada yang jadi tersangka, malah Kepala Intansi yang gak ada hubunganya dengan pertanian yang menjadi tersangka. Tidak sampai disini, kita juga akan mengembangkan adanya kemungkinan Gapoktan lain yang juga mengalami pemotongan dana seperti yang dialami tiga Gapoktan di tiga desa di kec. Maduran.
Dan tidak menutup kemungkinan pihaknya juga mengembangkan ke pihak-pihak lain yang terkait dengan kasus tersebut. Kami terus berupaya  menelusuri kerugian Negara lainnya selain dana PUAP dari tiga Gakpoktan itu, masih ungkap Suroyo.


Opini : bukan rahasia umum hal semacam ini, hal ini hanya sebagian kecil kasus yang dipublikasikan, diluar sana masih banyak kasus yang lebih besar dari ini, dan seolah2 hal itu bukan lagi menjadi rahasia umum (M. Suprapto)

Friday, June 1, 2012

PERTAMINA SURVEY KANDUNGAN MINYAK DI 11 KECAMATAN




Sebanyak 11 kecamatan di kabupaten Lamongan akan diadakan Survei Seismik 2D dan 3D NONA untuk mengetahui kandungan migasnya. Kesebelas kecamatan yang disurvey PT. Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) tersebut adalah Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sambeng, Mantup, Sugio, Babat, Kedungpring, Modo, Buluk, Ngimbang, dan Sukorame. 

“Maksud dari kegiatan (survey) ini adalah merekam data lapisan bawah permukaan bumi yang diperkirakan ada kandungan minyak dan gas bumi dengan metode siesmik. Sedangkan tujuannya adalah untuk mencari dan membuktikan ada tidaknya kandungan minyak dan gas bumi serta untuk mengembangkan lapangan minyak dan gas bumi yang sudah ada”, ungkap oleh salah satu angota tim Pertamina EP Rusdiono. Hal itu disampaikannya pada acara Sosialisasi Survei Seismik 2D and 3D di ruang Sabhadyaksa Setda Kabupaten Lamongan.

Dalam acara yang dibuka oleh Wakil Bupati Amar Saifudin itu tim dari Pertamina EP juga memberikan penjelasan tentang tahapan proses survey ini dan tentang adanya ganti rugi yang akan diberikan bila terjadi kerusakan. Rencana Program Survei Seismik 2D total panjang lintasan untuk ± 151.5 km dengan volume pekerjaan 2.300 TT. 

Sedangkan Program Survey Seismik 3D seluas ± 522 km2 dengan volume pekerjaan 23.810 TT. Menanggapi pertanyaan dari tokoh masyrarat Kembangbahu tentang apakah kegiatan ini akan mengurangi kesuburan tanah, pelaksana dari proyek Survei tersebut menjamin tidak akan mengurangi kesuburan. “Justru akan menambah kesuburan, karena bahan peledak yang digunakan itu sendiri adalah pupuk,“ kata dia. Dalam sambutannya,  Wakil Bupati Lamongan, Amar Saifudin mengharapkan hasil survey dapat mengindikasikan adanya potensi kandungan migas di Lamongan. 

Sampai Berita ini dimuat, proses survey sudah memasuki area Kedungpring dan Sugio....